Thursday, March 09, 2006

Adam dan Hawa, dan Manusia

Banyak manusia menyalahkan Adam dan Hawa atas eksistensi manusia di dunia ini. Jika saja Adam dan Hawa yang dahulu tinggal di surga tidak melanggar perintah Tuhan untuk menjauhi buah terlarang, mungkin saat ini manusia menikmati suatu kehidupan yang nyaman dan damai di surga.
Sekarang, kehidupan yang indah dan damai di surga hanya menjadi khayalan termuluk manusia. Adam dan hawa telah mendengarkan bisikan setan, dan memakan buah terlarang itu. Akibatnya, datanglah badai besar yang melemparkan Adam dan Hawa ke dunia ini, sehingga manusia hanya bisa memikirkan kemungkinan kembalinya diri mereka ke surga.

* * *

Saat itu Adam dan Hawa mendengar bisikan-bisikan indah dari para setan dan iblis untuk memakan buah terlarang. Adam dan Hawa berusaha sekuat tenaga untuk tidak menghiraukan bisikan itu. Tapi semakin mereka berusaha menghindar, semakin kuat bisikan itu, dan semakin provokatif pula suara setab dan iblis itu. Adam dan Hawa semakin risih mendengarnya. mereka berpegangan tangan dan meneguhkan hati untuk tidak mendekati buah terlarang itu.

"Tidak. kami tidak akan mendekatinya."

Para setan dan iblis tidak berhenti sampai di situ. Dan Adam dan Hawa semakin erat berpegangan tangan.

"TIDAK.KAMI TIDAK AKAN MEDEKATINYA."

Setan dan iblis terus membisikan rayuan-rayuan superprovokatif untuk membuat Adam dan Hawa memakan buah terlarang.

"TIDAK! KAMI TIDAK AKAN MEDEKATINYA!"

Akhirnya para iblis dan setan menyerah. Mereka bersujud kepada Adam dan Hawa karena kekalahan mereka terhadap keteguhan Adam dan Hawa dalam menjalankan perintah Tuhan.

Waktu demi waktu berlalu. Surga semakin sesak dengan anak cucu Adam. Dan mereka terus bertambah. Mereka hidup dalam kedamaian, ketentraman, kenyamanan, dan kenikmatan luar biasa di surga.

Anak cucu Adam hanya tahu ada dua dunia, surga dan neraka. Surga yang menjadi markas besar manusia, dan neraka yang merupakan tempat khusus untuk setan. Manusia tidak perlu khawatir dengan kemungkinan mereka akan di kirim ke neraka karena neraka bukan tempat untuk manusia.


Manusia tidak perlu takut akan neraka.

Manusia tidak perlu takut berbuat salah.

Manusia semakin manja ke pada Tuhan, dan seiring dengan itu, manusia semakin meremehkan Tuhan.

Pada akhirnya, manusia melupakan keberadaan Tuhan.

* * *

Adan dan hawa terpental ke dunia setelah memkan buah terlarang. Mereka terpisah beribu-ribu kilo meter ketika jatuh ke dunia. Namun dengan perjuangan keras dan berat serta memakan waktu yang lama, akhirnya mereka bersatu kembali.

Adam dan Hawa menjadi manusia pertama di dunia ini. Mereka menjadi pioner peradaban manusia di muka Bumi.

Semakin hari anak cucu adam semakin banyak untuk menyesaki bumi. Dan Adam dan Hawa tidak cukup mampu untuk mengendalikan hidup anak cucunya agar sesuai dengan keinginan Tuhan.

Tuhan, dengan segala rasa kasih sayangnya, menurunkan wahyu kepada utusan-utusanNya utnuk disampaikan kepada manusia agar manusia selalu ingat kepada sang penguasa jagad raya, dan pada akhirnya kembali ke surga.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home