Friday, July 21, 2006

I'd Like To See You Crying

Satu kali aku pernah menangis. Karena satu hal yang benar-benar konyol. Aku menyesal telah menangisinya.
Dan aku benar-benar malu.
Aku benar-benar merasa kehilangan harga diri setelah itu.
Apa untungya aku menagis waktu itu? Brengsek!
Aku benar-benar terjebak dan tak terkendali. Aku malu dan sungguh menyesal.
Mengapa aku menangis? Untuk apa aku tangisi? Bodohnya aku ini!
Cukup! Sampai di sini saja. Tak perlu lagi aku menangis.
Karena tangisku tak berarti, tak bertujuan, dan tak jelas pangkalnya.
Jangan sampai aku menangis lagi. Aku mohon.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home