Peoplefucker!
Kenapa aku selalu punya pikiran yang berbeda dari orang lain? Karena aku adalah aku, aku bukan orang lain, dan orang lain adalah orang lain. Aku punya caraku, kebiasaanku, keinginanku, kesukaanku, dan segala sesuatu yang tidak boleh diatur orang lain. Ini tentang aku, orang lain tidak boleh ikut campur.
Tapi apa dayaku? Banyak sekali orang lain di dekatku. Mereka mengaturku, melarangku, dan menyetirku. Aku tidak suka itu. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghadapi manusia yang lain.
Perang sosial. Antara masyarakat dan pikiranku. Kalau saja aku lahir di New York atau Moscow, pasti aku bisa dengan bebas melakukan apa yang ingin dan suka aku lakukan. Tapi aku di sini. Tidak mungkin aku bisa mengekspresikan segala jiwaku.
* * *
Ada seorang cowok. Ada dua orang cowok. Ada beberapa cowok. Aku suka berada di antara cowok. Cowok memberikan banyak kesenangan. Mereka bisa menghargai perkataanku, mereka menghiburku, dan mereka menyenangkanku. Bisa bersentuhan dengan mereka sangat tak terhingga rasanya. Bisa berbagi rasa dengan mereka membuat dadaku benar-benar lega.
Orang bilang aku tidak boleh terlalu dekat dengan cowok. Memang kenapa? Apakah cowok adalah makhluk yang benar-benar berbahaya? Kalau memang seperti itu, berarti cowok bukanlah manusia? Aneh. Aku melihat cowok itu sama persis dengan cewek. Cowok dan cewek sama-sama punya pikiran, akal, hati, dan perasaan. Jadi kenapa cewek harus menjaga jarak dengan cowok padahal kami sama-sama manusia? Kasihan cowok.
Inilah. Sulit. Aku hanya bisa menyimpan pertanyaan dan pernyataan itu di pikiranku. Kalau aku mengungkapkannya, aku akan berhadapan dengan masyarakat. Aku tak sanggup. Jadilah aku yang hanya bisa mengikuti kata oarang, dengan jati diri yang terenggut.
Tapi apa dayaku? Banyak sekali orang lain di dekatku. Mereka mengaturku, melarangku, dan menyetirku. Aku tidak suka itu. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghadapi manusia yang lain.
Perang sosial. Antara masyarakat dan pikiranku. Kalau saja aku lahir di New York atau Moscow, pasti aku bisa dengan bebas melakukan apa yang ingin dan suka aku lakukan. Tapi aku di sini. Tidak mungkin aku bisa mengekspresikan segala jiwaku.
* * *
Ada seorang cowok. Ada dua orang cowok. Ada beberapa cowok. Aku suka berada di antara cowok. Cowok memberikan banyak kesenangan. Mereka bisa menghargai perkataanku, mereka menghiburku, dan mereka menyenangkanku. Bisa bersentuhan dengan mereka sangat tak terhingga rasanya. Bisa berbagi rasa dengan mereka membuat dadaku benar-benar lega.
Orang bilang aku tidak boleh terlalu dekat dengan cowok. Memang kenapa? Apakah cowok adalah makhluk yang benar-benar berbahaya? Kalau memang seperti itu, berarti cowok bukanlah manusia? Aneh. Aku melihat cowok itu sama persis dengan cewek. Cowok dan cewek sama-sama punya pikiran, akal, hati, dan perasaan. Jadi kenapa cewek harus menjaga jarak dengan cowok padahal kami sama-sama manusia? Kasihan cowok.
Inilah. Sulit. Aku hanya bisa menyimpan pertanyaan dan pernyataan itu di pikiranku. Kalau aku mengungkapkannya, aku akan berhadapan dengan masyarakat. Aku tak sanggup. Jadilah aku yang hanya bisa mengikuti kata oarang, dengan jati diri yang terenggut.
